
".was loving you a sin?hey...i know i hurt you by that sudden break up..i know and im sorry.i saw you cry,i saw you loosing yourself..im sorry.but what could i have done?my family found out about us, they took control over my socials.and they made me break up.they were at school too....how was i supposed to tell you?how could i tell you i was forced?is loving someone from other religion a taboo?why....and worst of all i had to watch you fall apart because of me.im sorry .i hope you will find someone who will be with you.a girl who can be with you my dear! im sorry ...."
Parece que te sientes culpable por amar a alguien a pesar de las circunstancias. Es comprensible sentirte así.
Belum ada komentar.
Panduan berbasis psikologis untuk bertahan dari putusnya keterikatan dan memulihkan koherensi batin. Pelajari cara berduka tanpa meromantisasi luka, menenangkan sistem saraf, dan merebut kembali diri yang lebih besar dari hubungan tersebut.
Penyesalan yang paling gigih seringkali bukan berasal dari apa yang kita katakan, melainkan dari apa yang kita diamkan karena takut.
Meskipun sering dianggap negatif, psikolog menyarankan bahwa penyesalan adalah salah satu alat terkuat untuk pertumbuhan pribadi.