Malam berbintang yang penuh duka
"La tristesse durera toujours. (Kesedihan akan berlangsung selamanya.)"
Menciptakan beberapa karya seni paling terkenal di dunia tetapi meninggal dengan keyakinan bahwa dirinya gagal, setelah hanya menjual satu lukisan.
Vincent van Gogh melukis dunia bukan sebagaimana adanya, melainkan sebagaimana ia merasakannya. Langitnya yang berputar-putar dan bunga matahari yang cerah adalah upaya putus asa untuk mengkomunikasikan keindahan yang ia lihat, bahkan saat kegelapan melahap pikirannya.
Tersiksa oleh penyakit mental, ia melukai dirinya sendiri dan secara sukarela masuk ke rumah sakit jiwa. Di sana, ia melukis "Malam berbintang", sebuah mahakarya yang lahir dari penderitaan.
Pada usia 37 tahun, merasa menjadi beban bagi saudaranya Theo, ia berjalan ke ladang gandum dan menembak dirinya sendiri. Kata-kata terakhirnya menggambarkan keberadaannya yang tragis.
Vincent van Gogh (1853–1890) adalah seorang pelukis Post-Impresionis Belanda yang termasuk di antara tokoh paling terkenal dan berpengaruh dalam sejarah seni Barat.
Lahir di Groot Zundert.
Memotong telinganya.
Melukis Malam berbintang.
Bunuh diri di ladang gandum.
Malam berbintang: Pemandangan dari jendela rumah sakit jiwanya.
Bunga Matahari: Serangkaian lukisan benda mati.
Tidak ada semasa hidup. Ketenaran datang setelah kematiannya.
Seorang jenius artistik yang ditentukan oleh rasa sakitnya.
Meninggal pada 29 Juli 1890, di Auvers-sur-Oise.
Berbisik melintasi waktu